terkurung dalam jeruji baja
yg ku ciptakan sejak lama
tak pernah terpikir tuk keluar disaat semuanya baik saja
tak pernah kusangka semuanya kan
hancur secepat kedipan mata
terbakar hangus disini dengan sayatan luka yg tak biasa
uh
tak pernah terkilas kan berakhir seperti ini
retaknya bendungan hati ketika ku tahu semua yg terjadi
seperti hal yg kubenci di dalam mimpi
emosi hilang kendali dengan mudahnya kau tusuk diriku sampai mati
beritahu aku siapakah dirinya ku masih tak percaya?
sejak kapan kau mengenalnya hingga terjatuh pada dekapan nya?
lantas apakah semua yg kau ucapkan sekedar bualan saja?
andai ku tau kau hanya sungai yg dangkal takan pernah ku bermuara
robek semuanya bagaikan selembar kertas
ku bermain cinta dengan setan yg menyamar
butakan mata tulikan telinga racuni otak
dengan tipu dayanya
ku jatuh cinta dengan setan yg menyamar
jahit kembali semua luka meski takan mudah
arungi kembali badai, rakit sampan dengan pecahan yg tersisa
usai sudah kisah yg tergambar indah menjadi kanvas hitam penuh coretan trauma
semua kenangang menjadi abu di udara
seharusnya ku tersadar kau bukan tempatku tuk bersandar
logika tak berjalan ketika rasa cinta di atas batas wajar
berkali kali terucap janji temporer yg mudah tuk memudar
sayang bagaimana rasanya menyaksikan diriku terbakar?
tuliskan ribuan cerita namun kau hapuskan begitu saja
lantas, apa yang kau cari di setiap langkah yg penuh dusta?
beriku cahaya yg kusangka itu kan selamanya,
ternyata itu semua adalah api neraka
yang menyamar sebagai surga
robek semuanya bagaikan selembar kertas
ku bermain cinta dengan setan yg menyamar
butakan mata tulikan telinga racuni otak
dengan tipu dayanya
ku jatuh cinta dengan setan yg menyamar
dengan setan yg menyamar
dengan setan yg menyamar
robek semuanya bagaikan selembar kertas
ku bermain cinta dengan setan yg menyamar