TRAGEDI RAWA GEDE-文本歌词

TRAGEDI RAWA GEDE-文本歌词

发行日期:

Yo, tahun empat tujuh, desa dalam badai,

Rawa Gede jadi saksi luka yang tak usai.

Tentara datang, bawa senapan di tangan,

Tuntut jawaban, memaksa dengan tekanan.

“Kau sembunyikan pejuang, ayo bicara!”

Tapi rakyat diam, tak gentar ancaman mara.

Pria, wanita, anak, semua disama,

Peluru menghujam, hilang nyawa di sana.

Tanah minum darah, tangis hilang suara,

Tak ada belas kasih, semua dihantam mara.

Empat ratus jiwa, lenyap dalam sehari,

Tapi roh mereka hidup, di tiap narasi.

Rawa Gede, luka tak pudar,

Sejarah kelam, bangsa terkapar.

Mereka coba bungkam, tapi kita tetap teguh,

Bayangan gelap mereka jadi pengingat yang utuh.

Puluhan tahun berlalu, luka masih ada,

Kebenaran tertutup, tapi dendam membara.

Mereka sebut operasi, katanya perang wajar,

Tapi kami lihat pembantaian yang menjalar.

Yo, dunia berpaling, tuli pada jerit tangis,

Desa hancur lebur, hidup terbelah tragis.

Tak ada medali, tak ada keadilan,

Hanya warisan derita yang tak tertahankan.

Permintaan maaf datang, tapi terlambat,

Untuk ayah dan ibu, korban yang dilumat.

Kami bawa nama mereka di tiap cerita,

Rawa Gede mengingatkan: ini perjuangan nyata.

Rawa Gede, luka tak pudar,

Sejarah kelam, bangsa terkapar.

Mereka coba bungkam, tapi kita tetap teguh,

Bayangan gelap mereka jadi pengingat yang utuh.

Apa arti keadilan, jika pelaku tetap bebas?

Saat jerit korban terus bergema jelas.

Suara mereka kini jadi lagu perjuangan,

Kita ingat biayanya, hingga kedamaian terwujudkan.

Jadi dengar ini, Rawa Gede tak mati sia-sia,

Perlawananmu hidup di nadi kami semua.

Kami bangkit dari abu, menulis ulang sejarah,

Ini untuk yang terlupakan, ini amarah bangsa.