Surat Kepada Masa Depan Kita
Hai aku di masa depan, apa kabarmu di sana?
Masihkah kau genggam tangannya, seperti janji yang kita buat?
Waktu mungkin menghapus jejak, namun cinta takkan pudar,
Ini surat dari masa muda, untuk cinta yang terus bersinar.
Hai aku di masa tua, adakah tawa di harimu?
Masihkah kau tatap matanya, dengan hangat seperti dulu?
Jika kerut menghiasi wajah, dan rambut memutih pelan,
Ingatlah cinta ini indah, meski dunia terus berjalan.
Jagalah cinta kita ini, seperti mentari menjaga pagi,
Meski hujan datang melanda, biarkan hati tetap bahagia.
Berpegangan sampai akhir waktu, takkan pernah kita ragu,
Ini janji kita berdua, hingga senja terakhir menyapa.
Hai aku di ujung usia, masihkah kau peluk mimpinya?
Meski langkah kita melambat, kuharap cinta tetap hangat.
Ini surat untuk diriku, yang terus belajar mencintai,
Jangan lupa untuk tersenyum, meski badai terus mendekati.
Jika suatu hari kita lupa, pada awal kisah asmara,
Baca lagi surat ini, dan temukan kembali cinta.
Hati kita takkan memudar, walau waktu terus memisah,
Cinta ini selamanya, di bawah langit yang sama.
Jagalah cinta kita ini, seperti mentari menjaga pagi,
Meski hujan datang melanda, biarkan hati tetap bahagia.
Berpegangan sampai akhir waktu, takkan pernah kita ragu,
Ini janji kita berdua, hingga senja terakhir menyapa.
Hai aku di masa depan, terima kasih telah bertahan,
Menjaga cinta sederhana, yang kita bangun bersama.
Surat ini jadi pengingat, untuk cinta yang takkan hilang,
Hingga waktu berhenti berjalan, kita tetap saling sayang.