Tuan, aku sangat menantikan pertemuan kita..

Aku sangat menantikan senyummu..

Aku sangat menantikan tatapanmu..

Bahkan aku menantikan aroma khas mu..

Tidak tuan, aku tidak memaksamu..

Aku juga tidak membayangimu dalam lamunanku..

Aku hanya menjadikanmu untaikan kata..

Kala kusendiri berteman dengan sepi..

Malam ini rintik hujan

dan nyayian jangkrik menemani..

Dengan semakin liarnya imajinasi..

Aku menulis puisi..

Tuan, kau hanya imajinasi..

Kau hidup dalam puisi..

Aku tidak benar-benar menanti..

Hanya kala pertemuan itu terjadi..

Kuharap kau temanku sehidup semati..

Tuan, kau hanya imajinasi..

Kau hidup dalam puisi..

Aku tidak benar-benar menanti..

Hanya kala pertemuan itu terjadi..

Kuharap kau temanku sehidup semati..