Bayang di Balik Hening
Di gurun waktu aku berdiri,
Langit membisu, angin tak sudi,
Kaki melangkah di jejak duri,
Diam adalah nyanyian hati.
Bukan batu, bukan baja,
Namun beban tak boleh retak,
Di dada ada rahasia luka,
Terpendam, tak boleh tampak.
Aku adalah malam tanpa bintang,
Menyelubung gelap yang takkan hilang,
Tangis bukan untuk disemat,
Hanya senyap menjadi sahabat.
Di tiap retakan ada hikmah,
Setiap jatuh mengajarkan arah,
Lelaki bukan perisai tanpa rapuh,
Hanya topeng yang harus utuh.
Dan bila dunia ini bertanya,
Mengapa duka tak pernah bicara,
Jawabku sederhana:
Karena luka adalah bahasa jiwa.
Aku berjalan di atas bayang,
Menari bersama waktu yang hilang,
Dalam sunyi aku menemukan arti,
Bahwa tangis hanyalah sunyi yang tersembunyi.