(Verse 1)
Dari pagi sampai malam, kita tak pernah berhenti,
Berperang mulut, hati makin sakit,
Susah nak cakap, semuanya jadi salah,
Aku tak faham kenapa kau pun ikut arah yang sama.
Setiap kali kita jumpa, selalu bertekak,
Jangan cakap pasal sayang, nanti aku naik marah,
Tapi dalam hati, aku tahu kita dua lemah,
Cinta ini masih ada, tapi ego kita kuat sangat.
Kau kata aku salah, aku pun balas pedas,
Kita takkan menang, makin lama makin sesat,
Apa yang kita cari? Semua jadi kacau,
Tapi aku tahu dalam hati, kita takkan berhenti berjuang.
Bila aku nak cakap, kau tutup telinga,
Bila kau nak bercakap, aku pun buat pekak,
Kita berdua sama, ego nak menang,
Tapi sayang, kita lupa apa yang kita sebenarnya perlukan.
(Verse 2)
Aku datang dengan kata-kata penuh teka-teki
Logika mistik, terjalin dalam setiap lirik yang tajam seperti pisau tajiri
Sistem di otak ku, berputar layaknya roda
Mengurai makna yang tersembunyi di balik setiap suara
Dunia penuh ilusi, tak mudah dipahami
Antara realitas dan mimpi, aku berjalan sendiri
Logika, ku pijak, namun mistik di hati
Menuntun langkah, meski aku tak bisa lihat jalan ini
Di dunia yang penuh omong kosong, ku tetap diam
Menjaga pikiran tetap tajam, meski sering terombang-ambing malam
Peta jalan yang hilang, hilang ditelan waktu
Tapi logika mistik ku jadi kompas dalam gelap yang menutupi aku
Berpikir luar biasa, lihat dunia berbeda
Antara ilmu dan keajaiban, ada garis yang tak terlihat nyata
Luruskan langkah, meski kadang tak pasti
Karena logika mistik ku membawa aku melampaui batas yang tak terjamah oleh semua orang