Langkah kaki ku tertatih,
menyusuri jalan gelap nan sepi.
Ku kehilangan arah lagi,
setelah kau putuskan tuk pergi.
Hari-hari kulewati,
dengan murung dan bersedih.
Semangat tak lagi menghampiri,
hidup ini tiada arti,
semenjak kau tak lagi di sisi.
Namun ku coba tuk bertahan,
meski hati ini perlahan hancur berantakan.
Terima kasih telah hadirkan harapan,
meski sesaat dan kau tenggelamkan.
Ku coba untuk berdiri,
namun hati terus merintih.
Tiap malam terasa sunyi,
tiada tawa manismu lagi,
karena kau putuskan untuk undur diri.
Kini ku seorang diri,
menjalani tiap hari.
Tak ada senyummu lagi,
yang memberi warna hari,
setelah kau hempaskan semua mimpi.
Namun ku coba tuk bertahan,
meski hati ini perlahan hancur berantakan.
Terima kasih telah hadirkan harapan,
meski sesaat dan kau tenggelamkan.
Ku berjanji,
akan rangkai kembali mimpi.
Ku kan berdiri dan lari,
mengejar dan meraih mimpi.