(Verse 1)
Kupacu langkah di pagi buta,
Hati berjuang demi cinta kita.
Keringatku tumpah di terik siang,
Namun mimpi kita tak kunjung datang.
Puluhan jam kuhabiskan,
Berpeluh, berjuang, demi harapan.
Tapi saat pulang, aku terluka,
Melihat senyummu tak lagi ada.
(Chorus)
Adakah arti dari kerja kerasku?
Jika senyum di wajahmu tak pernah kutemu.
Aku hanya ingin rumah yang damai,
Bukan cemberut yang buat hati terluka dan usai.
(Verse 2)
Malam datang, tubuhku remuk,
Namun rinduku tetap merasuk.
Kucoba bicara, kau hanya diam,
Rasanya hampa, hatiku tenggelam.
Aku tahu hidup ini berat,
Tapi cintaku takkan pernah penat.
Bisakah kau lihat usahaku?
Atau harus kuhabiskan hidup tanpa restumu?
(Chorus)
Adakah arti dari kerja kerasku?
Jika senyum di wajahmu tak pernah kutemu.
Aku hanya ingin rumah yang damai,
Bukan cemberut yang buat hati terluka dan usai.
(Bridge)
Aku bukan sempurna, aku hanya pria biasa,
Tapi semua ini demi kita berdua.
Jika harapmu terlalu tinggi tuk ku gapai,
Beri aku waktu, jangan hanya menilai.
(Chorus)
Adakah arti dari kerja kerasku?
Jika senyum di wajahmu tak pernah kutemu.
Aku hanya ingin rumah yang damai,
Bukan cemberut yang buat hati terluka dan usai.
(Outro)
Peluhku mungkin tak berharga,
Tapi cintaku tak pernah sirna.
Meski hidup ini penuh luka,
Ku kan tetap berjuang, demi cinta kita.