[Corus
Waktu bergulir durasi menyrut
Sejenak bertepi tertunduk menghela
Satu tegukan memasuki rongga dada
Pada temaram celotehan Singa
[Verse
Bercerita tentang berjelaga
Siloka opini sastra membakar rasa
sudah cukup bergelayun pada keterpurukan
genggam dan saatnya untuk menghunuskan kembali
hidup adalah perjuangan mental dan pikiran
waktu dan tenaga agar tidak terbuang percuma.
Bersahabatlah dengan diri sendiri
dia yang akan menolongmu walau sedang sendiri.
Merujuk pada dawai asmra,
Bersama pagi dan kopi
serta hisap roko yang tidak pernah kamu lupa
adalah sebuah candu.
[Corus
Waktu bergulir durasi menyrut
Sejenak bertepi tertunduk menghela
Satu tegukan memasuki rongga dada
Pada temaram celotehan singa
[Bridge
[Verse
Di dampingi dengan dentuman bass menyala
sekala wakktu terarah menuju stengah lima
sejenak nikmati kopi yang telah di seduh
tanpa pertikayan atau kata yang sekedar mencela
hariku terus bersyukur yang ada di nikmati
yang pergi tak perlu di cari
hidup nyaman tak perlu di paksa-paksa
skenario cerita terkadang tak terduga
hari ini tertawa selepas terbenam menghela
biografi hidup terulukis nampak di pelipis mata
[Interludee
(Phase manusia adalah berproses menuju lebih baik
Bumi tempat berpijak dan akhir tempat di makamkan)
[Corus2x
Waktu bergulir durasi menyrut
Sejenak bertepi tertunduk menghela
Satu tegukan memasuki rongga dada
Pada temaram celotehan singa
[Outro