Verse 1)
Duniaku dulu seperti kanvas abu,
Dari tetes hujan yang tak pernah berhenti.
Setiap langkahku, penuh ragu,
Tanpa warna, tanpa arti.
(Chorus)
Lalu kau datang, seperti mentari,
Menembus awan, menerangi hari.
Bayangmu pun menari,
Bertabur cinta warna-warni
(Verse 2)
Jantungku berdetak, lebih cepat dari kereta api,
Melaju kencang, tak bisa berhenti.
Kau bukan kopi pagi,
Tapi kantuk yang selalu kurindui.
(Chorus)
Kau datang, seperti mentari,
Menembus awan, menerangi hari.
Bayangmu pun menari,
Bertabur cinta warna-warni
(Bridge)
Kau bukan melodi sempurna,
Tapi lagu favoritku yang sumbang.
Setiap fals-mu, oh begitu sempurna,
Membuatku tersenyum, terpesona
(Chorus)
Kau datang, seperti mentari,
Menembus awan, menerangi hari.
Bayangmu pun menari,
Bertabur cinta warna-warni
(Outro)
Kaulah 'rumah' yang selalu kurindukan,
Walau aku sudah di dalamnya.
Denganmu, bunga bermekaran,
Denganmu, hidupku lebih berwarna.