Ternyata aku masih terjebak,

Belum seikhlas itu,

Foto-foto kita tak terhapus,

Riwayat chat masih tersusun,

Kalimat 500 pesan telah ku bintangi,

Kini tak tahu kalau harus aku hilangi,

Karena bersama dengan foto dan riwayat percakapan kita,

Tentangmu, semua teringat,

Tersimpan dalam relung hati,

Selama sembilan caturwulan,

Kisah kita takkan pudar.

(Chorus)

Kalau kau mau berteman,

Silakan, aku terbuka,

Sebuah kalimat penenang,

Sebelum semua hilang.

Canda dan tawa kita bersemi,

Pesan datang dari jauh,

Seperti lebah di langit,

Mencari nektar yang hilang.

(Verse 2)

Kalau aku banyak kurangnya,

Belum sesuai harapanmu,

Maafkan aku,

Kalau kau temui yang lebih baik,

Kau sudah cukup untukku,

Tapi mungkin aku tak cukup untukmu,

Kalau nanti aku menghilang,

Carilah yang lebih tulus.

(Chorus)

Kalau kau mau berteman,

Silakan, aku terbuka,

Sebuah kalimat penenang,

Sebelum semua hilang.

Canda dan tawa kita bersemi,

Pesan datang dari jauh,

Seperti lebah di langit,

Mencari nektar yang hilang.

(Bridge)

Aku tak berniat pergi,

Hanya takut kau jenuh,

Dalam hubungan yang tak terselamatkan,

Aku sayang padamu,

Maaf kalau sikapku kadang bikin kesal,

Belum bisa jadi yang kau inginkan,

Aku menyayangimu dengan caraku.

(Chorus)

Kalau kau mau berteman,

Silakan, aku terbuka,

Sebuah kalimat penenang,

Sebelum semua hilang.

Canda dan tawa kita bersemi,

Pesan datang dari jauh,

Seperti lebah di langit,

Mencari nektar yang hilang.

(Outro)

Maka dari itu, ajarkan aku,

Menjadi orang yang kau cari,

Sebelum aku benar-benar hilang,

Sebelum semua kenangan ini sirna.