Wahai cinta, Hadirlah,
Jangan biarkan keris keris malam
Merajam jiwa yang lema ini,,
Aku tela di siksa kesunyian
Tanpa diri mu,
Air mata tak mampu lagi
Menepis ke,gundahan,
Raga tela lema dalam penatian,
Gaira mulai,
BerSenandung sendu,
Keindahan yang kunanti
Beruba menjadi peri,
Kebimbangan terus mengikis
Rindu di atara harapan dan luka
Mendalam,
Tahukah engkau,
Kini aku bagai menaiki
Perahu tanpa dayung,
Hanya jemari jari kecil itupun
Mulai letih,
Di antara badai badai menerjang
Aku tak kuat untuk menahan
Pasra ku bila harus tenggalam
Tanpa melawan,aku tela letih
Tak berdaya,,
Andai kau melihat,
Tepi tepi melambai tela
aku abaikan,bujukkan
Ombak ombak kecil tak ku hiraukan,
Apakah aku harus menyesali
Semua itu,
atau kau memang bukan
Palabuhan yang ku,tujuh,
Dan hanya perantara karma dari
Dosa dosa ku,
Jika bukan semua itu
Lalu apa tujuanmu menguras
Air mataku....