Verse 1:

Di tepi pantai senja berwarna abu,

Kau pergi diam, tak ada yang tersisa.

Sepi menggulung seperti ombak yang datang,

Membawa rindu yang tak lagi pulang.

Ku genggam bayangmu yang perlahan pudar,

Di antara bintang yang tak lagi bersinar.

Apa arti cinta bila hanya luka?

Apa arti waktu bila kau tak ada?

Chorus:

Gelombang sepi memukul hatiku,

Menghapus jejak yang pernah bersatu.

Di bawah langit yang tak lagi biru,

Aku menunggu, tanpa arah dituju.

Cinta yang patah di tengah perjalanan,

Hanya tersisa puing-puing kenangan.

Meski dunia terus berputar,

Aku terdiam, terdampar.

Verse 2:

Malam datang dengan hembusan angin dingin,

Mengusik mimpi yang hilang perlahan.

Ku berjalan tanpa arah, tanpa tujuan,

Mencari jawaban di lorong waktu yang panjang.

Kau bagai pelita yang kini padam,

Meninggalkan kegelapan yang tak terucap.

Namun hati ini masih menggenggam,

Setiap detik, setiap sisa harapan.

Chorus:

Gelombang sepi memukul hatiku,

Menghapus jejak yang pernah bersatu.

Di bawah langit yang tak lagi biru,

Aku menunggu, tanpa arah dituju.

Cinta yang patah di tengah perjalanan,

Hanya tersisa puing-puing kenangan.

Meski dunia terus berputar,

Aku terdiam, terdampar.

Bridge:

Kata-kata yang tak pernah terucap,

Hilang ditelan waktu yang tak bertepi.

Namun ku tahu dalam setiap keheningan,

Ada rasa yang takkan pernah mati.

Chorus [Reprise

Gelombang sepi memukul hatiku,

Menghapus jejak yang pernah bersatu.

Di bawah langit yang tak lagi biru,

Aku menunggu, tanpa arah dituju.

Cinta yang patah di tengah perjalanan,

Hanya tersisa puing-puing kenangan.

Meski dunia terus berputar,

Aku terdiam, terdampar.

Outro:

Biarpun cinta hilang di ujung waktu,

Aku masih mencari di sudut rindu.

Meski langkah ini tak pernah sempurna,

Hati ini tak akan menyerah.