(Verse 1)
Dalam hening malam, aku memanggil namamu,
Terdengar di hati, gema yang tak pernah hilang.
Angin membawa bisikan, tentang kisah yang lalu,
Namun bayangmu selalu, di tepi mataku.
(Pre-Chorus)
Bintang pun tahu, aku menanti,
Rindu ini tak tertahan lagi.
Waktu berlalu, tapi rasa tetap,
Hanya kamu, selalu di dalam doa.
(Chorus)
Bayangmu di senja, selalu menemani,
Mengisi ruang hati yang kini sunyi.
Rinduku melukis, wajahmu di angkasa,
Walau jauh, cinta tak pernah sirna.
(Verse 2)
Pernahkah kau dengar, tangis di balik tawa?
Itulah aku, yang sembunyikan luka.
Hujan yang turun, menyimpan cerita,
Setiap tetesnya, adalah rindu yang setia.
(Pre-Chorus)
Bulan pun tahu, aku menunggu,
Di setiap malam, memohon restu.
Takdir yang kita pijak berbeda jalan,
Namun hati ini tetap berpegang.
(Chorus)
Bayangmu di senja, selalu menemani,
Mengisi ruang hati yang kini sunyi.
Rinduku melukis, wajahmu di angkasa,
Walau jauh, cinta tak pernah sirna.
(Bridge)
Mungkin waktu tak berpihak,
Tapi cinta ini tetap memeluk erat.
Meski jarak adalah kenyataan,
Hatiku takkan menyerah melawan.
(Chorus – Reprise)
Bayangmu di senja, selalu menemani,
Mengisi ruang hati yang kini sunyi.
Rinduku melukis, wajahmu di angkasa,
Walau jauh, cinta tak pernah sirna.
(Outro)
Dalam setiap doa, kau tetap kupinta,
Hingga saat kita bertemu kembali.
Bayangmu, oh, bayangmu…
Selalu hidup di hati.