“Bunga desa… mengapa kau?… mengenal kota..”
Di desa dia malaikat, begitu lembut dan manis
Hidup sederhana, jiwanya bersih, tak pernah menangis
Tapi kota memanggil, janji emas yang penuh kilau
Dia tinggalkan dusun, demi mimpi, demi harap semu
Kilauan lampu jalan, suara malam menggoda
Di sana tak ada bintang, hanya bayang dosa
Dia hilang di kota, hanyut dalam dusta
Gadis desa berubah, terjebak dunia fana
Minuman keras dan kebohongan cinta
Kini dia hilang, yang dulu tiada lagi sama
“Pulanglah… Pulanglah!”
PULANGLAH!
Di malam-malam muram, dia berlari mencari
Hati kecilnya menangis, jiwa raga menepi
Tapi suara kota lebih keras dari doa
Dia tenggelam lagi, tak ada yang bisa menyelamatkannya
Kilauan lampu jalan, suara malam menggoda
Di sana tak ada bintang, hanya bayang dosa
Dia hilang di kota, hanyut dalam dusta
Gadis desa berubah, terjebak dunia fana
Minuman keras dan kebohongan cinta
Kini dia hilang, yang dulu tiada lagi sama
Apa yang terjadi? Dunia begitu keras
Yang dulu lembut kini menjadi buas
Dia mencari arah, tapi semua gelap
Kembali ke desa? Jalan pulang telah lenyap
Hilang, hilang, di kota besar
Tak ada jiwa, hanya kesedihan yang mengakar
Dia hilang di kota, hanyut dalam dusta
Gadis desa berubah, terjebak dunia fana
Minuman keras dan kebohongan cinta
Kini dia hilang, yang dulu tiada lagi sama
Di desa hanya kenangan, kota adalah takdirnya
Gadis desa telah hilang, cerita pun selesai sudah