Dia datang dengan gaya memikat,
Ngaku setia tapi cuma buaya darat.
Janji-janji manis kayak madu lebah,
Padahal hatinya cuma mau singgah.
Sementara aku juga nggak kalah lihai,
Matre tingkat tinggi cari yang kaya raya.
Kupasang perangkap dengan senyum manja,
Padahal cuma dompetnya yang ku sapa.
(Chorus)
Buaya ketemu matre, dua-duanya licik luar biasa.
Sama-sama main, sama-sama nipu,
Cinta palsu berakhir pilu.
Buaya ketemu matre, hubungan semu nggak ada maknanya.
Janji setia cuma sandiwara,
Akhirnya saling kecewa bersama.
(Verse 2)
Dia ngaku bos besar, banyak uang,
Padahal motor pun hasil pinjaman.
Aku bilang \"Cinta aku tulus padamu,\"
Padahal mataku tertuju ke saldo.
Saat jalan berdua, tampil romantis,
Di balik itu, kami sama-sama sadis.
Dia nyari tubuh, aku nyari harta,
Cinta ini cuma permainan belaka.
(Chorus – Repeat)
Buaya ketemu matre, dua-duanya licik luar biasa.
Sama-sama main, sama-sama nipu,
Cinta palsu berakhir pilu.
Buaya ketemu matre, hubungan semu nggak ada maknanya.
Janji setia cuma sandiwara,
Akhirnya saling kecewa bersama.
(Bridge)
Cinta tanpa hati, hanya tipu daya,
Hubungan begini, nggak akan ke mana-mana.
Buaya dan matre, saling menggoda,
Tapi akhirnya saling menghancurkan juga.
(Outro)
Jadi pelajaran buat kita semua,
Cinta yang sejati itu nggak bisa dibeli.
Kalau buaya ketemu matre,
Yang tersisa hanya luka di hati.