Ada rasa yang tak pernah usai,
Bergetar di dada, namun tak sampai.
Kutatap senja, warnanya pudar,
Seperti harap yang mulai memudar.
Dalam ruang tanpa suara,
Aku berbicara pada hampa.
Menunggu waktu yang enggan tiba,
Bersandar pada luka yang tak reda.
Aku berjalan tanpa jejak kaki,
Menggapai bayang yang tak bertepi.
Mengapa cinta seperti angin?
Hadir sekejap, lalu menghilang dingin.
Dalam ruang tanpa suara,
Aku berbicara pada hampa.
Menunggu waktu yang enggan tiba,
Bersandar pada luka yang tak reda.
Jika kau mendengar, biarkan aku tahu,
Di sudut mana hatimu berlindung dari pilu.
Aku tak lelah menunggu jawab,
Meski malam terus menutup tabir gelap.
Dan jika esok tak ada cahaya,
Kuikhlaskan semua tanpa tanya.
Tapi sampai hari itu tiba,
Aku tetap di sini, dalam ruang tanpa suara.