(Verse 1)
Di balik diamku, ada rindu yang tersimpan,
Seperti api kecil yang tak pernah padam.
Bibirku membisu, namun hati terus berteriak,
Menyebut namamu di setiap jeda langkah.
(Pre-Chorus)
Aku hanyalah bayang,
Yang kau lewati tanpa pandang.
Namun ku tetap bertahan,
Dalam harap yang kau abaikan.
(Chorus)
Di balik diamku, cinta ini membara,
Seperti bintang yang tak pernah lelah bercahaya.
Meski kau tak pernah tahu, meski kau tak pernah mau,
Aku tetap mencintaimu... dalam sunyi ini.
(Verse 2)
Setiap langkahmu, jejaknya menusuk hati,
Meninggalkan luka yang tak pernah sembuh lagi.
Namun ku tetap di sini, meski tanpa arti,
Menjaga cinta ini yang kau anggap ilusi.
(Pre-Chorus)
Aku hanyalah nada,
Yang hilang di antara lagu.
Namun kau adalah irama,
Yang menghidupkan setiap waktu.
(Chorus)
Di balik diamku, cinta ini membara,
Seperti bintang yang tak pernah lelah bercahaya.
Meski kau tak pernah tahu, meski kau tak pernah mau,
Aku tetap mencintaimu... dalam sunyi ini.
(Bridge)
Andai kau bisa melihat,
Di balik mata yang terpejam ini.
Ada jutaan doa yang tak pernah lelah,
Memanggil namamu di setiap hening malam.
(Chorus)
Di balik diamku, cinta ini membara,
Seperti bintang yang tak pernah lelah bercahaya.
Meski kau tak pernah tahu, meski kau tak pernah mau,
Aku tetap mencintaimu... dalam sunyi ini.
(Outro)
Di balik diamku, ada cinta yang abadi,
Seperti hujan yang tak henti mencintai bumi.
Meski ku tak pernah berarti, meski ku takkan memiliki,
Hati ini tetap setia... mencintaimu.