Verse 1:
Di jalan sepi aku terdiam,
Menatap langit yang penuh kelam.
Luka menggores di sudut hati,
Namun ku tahu ini bukanlah mati.
Pre-Chorus:
Hidup tak selalu tentang bahagia,
Ada pelajaran di tiap derita.
Luka hanyalah bagian dari cerita,
Mengajarkanku untuk lebih dewasa.
Chorus:
Luka bukan untuk diratapi,
Ia adalah lentera dalam gelap sunyi.
Menguatkan langkah, membimbing jiwa,
Menemukan cinta di balik kecewa.
Verse 2:
Setiap air mata adalah doa,
Yang menyapa langit penuh asa.
Hancur bukan berarti binasa,
Luka ini hanyalah fase di dunia.
Pre-Chorus:
Jatuh bukan akhir dari perjalanan,
Bangkitlah meski tanpa genggaman.
Karena di sana, di ujung jalan,
Ada harapan yang menunggu dengan pelukan.
Chorus:
Luka bukan untuk diratapi,
Ia adalah lentera dalam gelap sunyi.
Menguatkan langkah, membimbing jiwa,
Menemukan cinta di balik kecewa.
Bridge:
Jika hidup adalah lautan luas,
Luka adalah ombak yang datang deras.
Namun setelah badai berlalu perlahan,
Langit biru menyapa penuh keindahan.
Chorus:
Luka adalah guru yang setia,
Mengajarkan arti dari sebuah cinta.
Menguatkan hati, menajamkan rasa,
Membimbing langkah menuju cahaya.
Outro:
Kini aku berjalan tanpa takut,
Luka ini adalah tanda aku hidup.
Setiap derita adalah kisah abadi,
Mengubah jiwa menjadi lebih berarti.