Esensiku esensial, exit tanda sial
Eksistensiku eksklusif, semua chef bersiap
Rapku residensi suruh Presidenmu diam!
Dance with the Devil, susun sepresisi Dia
Matematikaku bagi-bagi baru kali
Tematik mati kaku, biru terapung di kali
Bagiku, bagi bukan mengakali
Seka sesekali sejak hidup ini sekali
Keringat sering kali jadi pengingat
Terik, kering, sesak, sendimu tak terima
Selain penikmat kata sandiku prima
Literasi tak bersekat sejak aku berrima
Bukan berlima, 'ku dua dalam lamunan
Tujuanku bunuh waktu dengan maut serumah
Lantun sempurna, purna mampus tak punah
Pun Kau serpihan tak penting, tak seperti lagu-Nya
Blaga belagu lagumu lagu-laguan
Gak laku beradu angkuh, kalau ragu duluan
Di peraduan, 'ku tak pernah mendua
Dari pena terbuang, 'ku dari situ terbuat
Bergerak, sisir ragu barang sehelai
Usus terburai, rambut susah terurai
Bukan teguran, Kau tengok lawan bicara!
Dengar bahasa isyarat sebelum mulai bicara
Rupiah cair sejak ini hati membeku
Pencarian tak berakhir hari-hariku terbentuk
Standarku bentur, sedang Kau cambuk dan pecut
Kusadar saat bertekuk, Kau sadar setelah ditepuk
Latih yang tekun, bebas tempuh macam kuli
Dengar lagi yang kau tulis sebelum tuli
Sebelum kulit, jauh sebelum tulang mempersulit
Aku pecundangi kobra yang menari depan suling
Kau dengar?!