kan kuceritakan satu kisah anak miskin
Seorang bocah kampung bernama paijo ngatemin
Berjuang keras tuk cari uang saku
Syukur syukur bisa membantu ibu
Umur tigabelas tahun baru lulus sd
Lanjut smp tapi sebenarnya kurang pd
dihina teman karna anak orang kere
Memang sial takdir paijo karna kurang kece
Sering kali dia menangis dalam tawa
Terlihat jelas dari simpul bibirnya
Ekspresi wajah sangat terlihat riang
Tapi Dalam hati selalu teriak meraung
Tolong lah tolong yang mahakuasa
Tolong lah Ubah takdir hidupnya
Paijo berjuang keras tuk mimpinya
Semoga bisa berguna di keluarga
Paijo tak mau kalah dengan keadaan
Ambil kentrung berkeliling cari peluang
Modal nekad tekad semangat cari uang
Mengamen dia dengan suara sumbang
Paijo
Paijo
Paijo (semoga kelak tak rekoso)
Melawan sinar terik mentari paijo seorang diri
Dari kampung hingga lampu merah dilakoni
nyanyikan lagu yang hits dan trendi
sialnya dapat caci maki dari sang pemberi
Lelah paijo berteriak bersuara
Bibir kering suara serak kaki gemetar
Perut lapar, istirahat sebentar
Sambil makan paijo memikirkan masa depan
Delapan jam sudah paijo berjuang
Saatnya pulang mampir ke Indomaret tukar uang
Seratus ribu dia dapat cuan
Beri ibu tujuh puluh tuk tambah makan
Tiap hari selalu di ulang ulang
Mengamen sehabis sekolah pulang
Paijo pengamen punya daya juang
Anak sekecil itu berkelahi dengan karang
Paijo
Paijo
Paijo (semoga kelak tak rekoso)
Paijo
Paijo
Paijo (semoga kelak tak rekoso)