Abdul Halim meregang nyawa Di atas semak belukar yang basah oleh darahnya Dia sempat meminta tolong Tapi sayang tak ada manusia di sekitarnya Nasib... Kita Takdir... Manusia Ratih terkapar tak berdaya Terikat di tepi sungai dengan tubuh penuh luka Beruntung dia ditemukan Oleh tetangga yang sering disapanya Nasib... Kita Takdir... Manusia Oh-hoo Hei bajingan begal perampok pemerkosa Lu pikir hidup lu akan bahagia Di dunia lu akan mendapat karma Di akhirat lu digoreng di neraka Lu pikir nyawa manusia tak berharga Lu pikir harta lu itu 'kan berguna Sumpah lu pasti menderita (Sumpah lu akan menderita) Hei kalian para bajingan Hentikanlah aksi kejahatan Hargailah nyawa manusia Yang diberi Tuhan Sang Pencipta Ingat-ingatlah bahwa semua Yang kalian lakukan itu salah Aksi kejahatan tak akan pernah Menyelesaikan masalah Kalian akan diburu Kalian akan disiksa Bertaubatlah selagi mampu Serahkan diri kepada polisi Hei bajingan begal perampok pemerkosa Lu pikir hidup lu akan bahagia Di dunia lu akan mendapat karma Di akhirat lu digoreng di neraka Lu pikir nyawa manusia tak berharga Lu pikir harta lu itu 'kan berguna Sumpah lu pasti menderita (Sumpah lu akan menderita) Hei bajingan begal perampok pemerkosa Lu pikir hidup lu akan bahagia Di dunia lu akan mendapat karma Di akhirat lu digoreng di neraka Lu pikir nyawa manusia tak berharga Lu pikir harta lu itu kan berguna Sumpah lu pasti menderita (Sumpah lu akan menderita)