Di Sudut Jalan Melaju sendiri di jalan sepi, Tak ada siapapun, hanya sunyi. Setiap meter marka menyapa, Fragmen bisu yang tak terlupa. Ada papan kenangan, Ada simbol yang tertinggal. Mengusik hati yang rapuh, Sesak menahan rindu. Di setiap sudut jalan ini, Kau hadir meski tak bersuara lagi. Bayanganmu menghantui langkahku, Membawa hati yang tak lagi utuh. Marka jalan seperti cerita, Cuplikan cinta yang pernah ada. Mencoba lari dari ingatan, Tapi hati selalu tertahan. Ada papan kenangan, Ada simbol yang tertinggal. Mengusik hati yang rapuh, Sesak menahan rindu. Di setiap sudut jalan ini, Kau hadir meski tak bersuara lagi. Bayanganmu menghantui langkahku, Membawa hati yang tak lagi utuh. Marka jalan seperti cerita, Cuplikan cinta yang pernah ada. Mencoba lari dari ingatan, Tapi hati selalu tertahan. Ada papan kenangan, Ada simbol yang tertinggal. Mengusik hati yang rapuh, Sesak menahan rindu. Di setiap sudut jalan ini, Kau hadir meski tak bersuara lagi. Bayanganmu menghantui langkahku, Membawa hati yang tak lagi utuh. Lampu-lampu jalan menyala redup, Mengiringi perasaan yang gugup. Aku ingin melupakan, Tapi tak bisa, ku terjebak kenangan. Di setiap sudut jalan ini, Kau hadir meski tak bersuara lagi. Bayanganmu menghantui langkahku, Membawa hati yang tak lagi utuh. Melaju kencang, aku mencoba, Menjauh dari semua cerita. Tapi jalan ini, saksi cinta kita, Selalu membawa aku kembali padamu.