[Verse 1 Di zaman ini, semua serba kilat, Lelaki malas berangan hidup hebat. Tanpa peluh, tak ada usaha keras, Hanya mimpi yang digantung di udara. [Verse 2 Perempuan mencari cinta berharga, Bukan hati, tapi saldo di tabungan, Kecantikan dipahat dalam dempulan, Cermin palsu terlihat mulus tak tulus. [Chorus Oh, dunia yang makin pudar, Nilai hidup yang kian samar. Cinta tak lagi dari rasa, Hanya angka dan topeng bicara. [Verse 3 Mereka lupakan arti perjuangan, Mengejar tren, menjual jiwa di jalan. Gaya hidup yang palsu terus dipuja, Di manakah rasa, di manakah makna? [Verse 4 Hidup bagai dalam layar sandiwara, berlomba menjadi pemeran utama. Namun jiwanya kosong, hampa berbisik, Tak ada akhir bahagia di akhirnya. [Chorus Oh, dunia yang makin pudar, Nilai hidup yang kian samar. Cinta tak lagi dari rasa, Hanya angka dan topeng bicara. [Bridge Di tengah gemerlap menyilaukan, aku termenung seorang diri. Melihat zaman yang makin miris, Di mana hati tersesat sinis. [Chorus Oh, dunia yang makin pudar, Nilai hidup yang kian samar. Cinta tak lagi dari rasa, Hanya angka dan topeng bicara. [Chorus Oh, dunia yang makin pudar, Nilai hidup yang kian samar. Cinta tak lagi dari rasa, Hanya angka dan topeng bicara.