Ada sosok bernama Imadudin, Katanya dia datang membawa angin, Mengaku mujadid, pembaharu zaman, Tapi ucapannya penuh dengan khayalan Ilmu nasab katanya dia kuasai, Melacak garis darah hingga ke bumi, Namun semua hanyalah tipu belaka, Bualan kosong tanpa fakta dan data Oh, Imadudin, sang pengaku mujadid, Berselimut kata tapi tak berdasar, Menafikan nasab tanpa ilmu dan data, Menghapus nama dengan dusta yang nyata Berseragam bijak di depan khalayak, Mengutip kitab yang tak pernah dia di teliti, Menipu banyak dengan suara lantang, Tapi ilmunya, kosong, hanyalah bayang Orang berkata, “Jangan mudah percaya,” Namun beberapa tetap terpedaya, Dia membangun istana dari kebohongan, Tapi dasar rapuh, kan runtuh perlahan Oh, Imadudin, sang pengaku muzadid, Berselimut kata tapi tak berdasar, Menafikan nasab tanpa ilmu dan data, Menghapus nama dengan dusta yang nyata Kebenaran kan datang walau lambat tiba, Setiap ilmu tanpa data pasti terbuka, Imadudin, kau bermain api, Hingga akhirnya kau hangus sendiri.