(Verse 1) Kala fajar masih terlelap, Aku melangkah di gelap yang senyap. Gunung Agung memanggil jiwa, Dalam dinginnya, harapan menyala. (Pre-Chorus) Kabut tipis menyelimuti jalan, Suara alam menjadi teman. Setiap langkah membawa arti, Menuju puncak, mendekati nurani. (Chorus) Di puncak Agung, ku rasakan damai, Langit terbuka, seolah menyapa. Dari atas sana, dunia terlihat kecil, Namun cinta-Nya terasa begitu adil. (Verse 2) Batu tajam, rintangan tak bertepi, Namun semangat tak pernah mati. Gunung ini, saksi perjalanan, Keberanian dan ketulusan dalam kesunyian. (Pre-Chorus) Mentari perlahan membelah malam, Sinarnya hangatkan hati yang tenggelam. Di ketinggian ini, aku temukan, Ketenangan sejati dalam keheningan. (Chorus) Di puncak Agung, ku rasakan damai, Langit terbuka, seolah menyapa. Dari atas sana, dunia terlihat kecil, Namun cinta-Nya terasa begitu adil. (Bridge) Setiap peluh yang jatuh di tanah, Menyatu dengan doa dan asah. Gunung Agung, tempat yang agung, Jiwaku terbang, bebas dan tenang. (Chorus) Di puncak Agung, ku rasakan damai, Langit terbuka, seolah menyapa. Dari atas sana, dunia terlihat kecil, Namun cinta-Nya terasa begitu adil. (Outro) Saat turun, hatiku penuh syukur, Gunung Agung, penjaga yang makmur. Kisah ini akan hidup selamanya, Dalam kenangan, aku selalu kembali ke sana.