[Verse 1 Berita kembali riuh di udara Lagi-lagi salah, katanya hanya segelintir saja Ada sosok dilempar ke tengah panggung Tapi bayang-bayang sistem tetap diam, tak berunjung Sampai kapan wajah ini terus ditutupi? Berlubang di dasar, tapi dibiarkan berdiri Semua sibuk mencari pembelaan Padahal retak ini butuh perbaikan [Chorus Oknum hanyalah dinding ilusi Di baliknya ada keropos yang tersembunyi Akar masalah tak pernah disentuh Lalu sejarah terulang, luka terus tumbuh Berhenti menutup-nutupi Perbaiki akar yang jadi inti Bukan sekadar padamkan percikan Tapi pastikan tak ada lagi nyala kehancuran [Verse 2 Janji terucap bagai angin di antara dahan Berderai, hilang, tak pernah jadi kenyataan Kita butuh lebih dari sekadar wajah bersih Sebab retak ini lebih dalam dari yang terlihat di permukaan Sudah terlalu lama semua dibiarkan Ruang-ruang kosong diisi alasan demi alasan Jika langkah selalu mundur ke arah gelap Kapan kita berani melihat terang yang tetap? [Chorus Oknum hanyalah dinding ilusi Di baliknya ada keropos yang tersembunyi Akar masalah tak pernah disentuh Lalu sejarah terulang, luka terus tumbuh Berhenti menutup-nutupi Perbaiki akar yang jadi inti Bukan sekadar padamkan percikan Tapi pastikan tak ada lagi nyala kehancuran [Bridge Lelah hati melihat kisah yang sama Semua terulang, dan harapan tinggal cerita Jika ingin perubahan sejati Mulailah dari dalam, bukan dari tampilan luar diri Bukan soal siapa yang salah di sini Tapi keberanian untuk membangun kembali Sistem ini bukan hanya milik segelintir Hentikan drama, mari kita berpikir [Outro Jangan lagi menyebut \"oknum\" sebagai jawaban Akar yang rapuh, itulah yang perlu diruntuhkan Ini saatnya kita bicara dengan hati Perbaiki sistem, bukan hanya cermin yang berseri Jangan biarkan cerita ini berulang saja Tak ada lagi ruang untuk kata \"cuma oknum saja