Hijab jingga tutup kepala Jaga aurat kejar pahala Kumpul di masjid rajin ibadah Begitu takwa si gadis ceudah Cut Nyak Dhin jadi idolanya Meutia tokoh panutannya Gadis Aceh lentera bangsa Bidadari surga di alam nyata Adat dijaga budaya bangsa Gadis Aceh kembang juita Hati lembut imannya kuat Senyum tipis manis dilihat Gadis Aceh berbalut takwa Indah rupa cantik akhlaknya Hormat patuhi orang tua Bijak tutur dan berbudaya Dzikir teduhkan sore harinya Mengaji merdu di senja kala Merawat adat taat agama Tunduk pada Tuhan yang Esa Rapai syair gemakan makna Di ujung utara pulau Sumatera Aceh tanahnya kaya budaya Gadis ceudah lahir di sana Wahai engkau gadis ceudah Taat berilmu berhijab jingga Tutup aurat menjaga taqwa Baik hatinya pada semua Samudera melantunkan doa Seulawah tersenyum mesra Gadis ceudah di bumi syuhada Beriman takwa patuh agama Gadis Aceh tak mudah goyah Tetap berpijak pada akidah Kau gadis Serambi Mekkah Jaga syariah dengan istiqomah Tarian Saman lirih berdesir Gadis ceudah menulis syair Tari Seudati menawan hati Jadi pelipur bumi pertiwi Singkil damai di ujung negeri Tempat ombak mengecup tepi Pidie menari, Singkil bernyanyi Gadis ceudah berbudi pekerti Kain songket membalut tubuh Jaga adat bersungguh-sungguh Aceh tak hanya rencong tajam Kadang laksana serunai malam Dari Singkil terdengar adzan Menggema lembut di tepian Engkau senyum penuh harapan Dilamar pria tampan dan mapan