Langkah gontai tak beriiringan Dengan jasad yang lainnya Karena masih tertegun Kagumi indahnya tegur sapa Masih seperti dulu dan berlalu Tak sanggup aku bercipta kata Dari sudut mata bayangan itu nyata Buat detak jantung nelangsa Inikah yang di namakan fatamorgana Nyata namun seperti tak teraba Akulah mahluk yang berbahagia Dengan balas kata darinya saja ku terpesona Dan dari senja ku belajar bahwa mengagumi tidak selamanya untuk dimiliki Dan dari senja ku belajar bahwa Lembayung sambut bintang malam tuk mengisi