Kata-katamu menusuk hatiku, Bagaikan angin membawa pilu. Janji manis dulu kini jadi abu, Lidahmu bagaikan duri yang memburu. Setiap ucapmu bak api membakar, Menggores luka yang sulit pudar. Haruskah ku bertahan dalam kepedihan, Atau pergi mencari kebebasan Lidahmu bagaikan duri, Menusuk tanpa peduli. Membuat cinta ini mati, Hilang harapan, tersisa sepi. Lidahmu bagaikan duri, Menghancurkan hati ini. Tak ada lagi yang tersisa, Hanya luka dan air mata. Kusadari cinta ini tak lagi suci, Kebenaran terkubur dalam janji basi. Kau bermain kata tanpa rasa hati, Aku hanya korban dalam mimpi buruk ini. Setiap ucapmu bak api membakar, Menggores luka yang sulit pudar. Haruskah ku bertahan dalam kepedihan, Atau pergi mencari kebebasan Lidahmu bagaikan duri, Menusuk tanpa peduli. Membuat cinta ini mati, Hilang harapan, tersisa sepi. Lidahmu bagaikan duri, Menghancurkan hati ini. Tak ada lagi yang tersisa, Hanya luka dan air mata. Kini ku sadari, cinta tak selamanya, Bila hanya menjadi permainan kata. Ku bangkit berdiri, biarkan kau pergi, Hapus jejakmu dari memori ini. Lidahmu bagaikan duri, Tapi takkan lukai lagi. Aku kuat, aku berdiri, Kini ku temukan jati diri. Lidahmu bagaikan duri, Namun tak lagi menghantui. Pergilah jauh, aku tak peduli, Kini ku bebas, hidupku berarti.