Asap menyan melilit raga, Mantra lirih bersanding doa, Tasbih bergetar di sela jari Syahadat campur dengan tradisi. Senja berlabu di langit Jawa Memulai doa sambil bernada Bedug tua memanggil qalbu, Tuhan disapa suara merdu Blangkon hitam menutup kepala Sarung lusuh melingkar badan Sajadah pandan terhampar kaku Menghadap kiblat, jiwa terpaku. Di lorong-lorong dusun tua, Kaum abangan terus bersua, Adat dan iman, saling mengisi Di bumi Jawa, adat unik lestari Lamat-lamat, tahlil terdengar, Mengiring malam yang kian pudar, Adat leluhur terus selalu dijaga Islam merasuk di jantung desa. Gunungan doa di altar bambu, Roh leluhur duduk bersatu, Ayat Al Qur’an menggema lirih Adat mengalir jiwa bertasbih Petang memeluk dusun tertua, Dzikir menari di antara sirna, Gusti dicari di sela budaya, Adat tak mati, iman tak lupa. Wayang malam melukis bayang Keris berkarat bersandar tenang, Tradisi tua tetap jadi pegangan Islam dan Jawa di keseimbangan