Diwaktu kecilku, kau selalu ada, Pelukan kasihmu selembut sutra, Lantunan lagumu membelai jiwa, Kau tebarkan senyum, agar aku selalu riang gembira, Namun setelah aku dewasa, Semua kasihmu yang tulus, kuhapus begitu saja, Aku terbang jauh, meninggalkanmu, tanpa merasa bersalah, Kau pun seperti daun kering yang terhempas kebumi, Namun kini aku terjatuh, dan dihantui rasa bersalah, Karena disaat hembusan nafas mu yang terakhir, Kulihat diwajahmu menyimpan beban rindu, Ibu,… di samping jasadmu, aku bersimpuh, Menyesali waktu yang kubuang, tak terhitung, Waktu yang telah menyapu rindumu, Kini kau telah pergi, Meninggalkan bayangan hangatnya pelukkanmu, Semua tinggal kenangan, Kebodohanku telah membuat penyesalan yang abadi,