\"Nama Keraton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati, Nama besar di Tatar Sunda, tak asing bagi Jawa Barat. Jajaran lima keraton besar di bawah Ciremai Timur, Terbagi oleh sungai Cilengkrang, aliran sejarah tak terhenti.\" [Verse 1 Padjadjaran berdiri tegak, pusat kekuasaan, Lima keraton berderet, dari utara ke selatan. Sri Bima di Lingga Jati, pemandian keramat, Tempat bersejarah, penuh makna, teramat berat. Sri Punta pindah-pindah, Balong Dalem ke Cipari, Museum Purbakala, saksi sejarah tak ternodai. Narayana dari Cijoho, kini Cibulan abadi, Jejak para raja, terpatri di bumi ini. [Chorus Keraton Padjadjaran, pusat Pakuwuan! Tempat bersemayam Raja Agung nan dimuliakan! Sri Baginda Ismaya, Sang Hyang Bhatara, Warisan leluhur, membentang sepanjang masa! [Verse 2 Sri Suradipati, keraton induk di Winduherang, Tempat Sang Mentri, pusat kendali daya Sundapura berkembang. Sri Bima awalnya di Suradipati bermula, Lalu pindah ke Medang Jati, jejak Wisnu Warman bersambung pula. Dari Cijoho, Narayana bermigrasi, Ke Cibulan, pusat galuh Pakuan kini. Sri Madura di Cigugur, pemandian keramat, Tempat para raja bertakhta, kisah tak terhentikan langkah. [Chorus Keraton Padjadjaran, pusat Pakuwuan! Tempat bersemayam Raja Agung nan dimuliakan! Sri Baginda Ismaya, Sang Hyang Bhatara, Warisan leluhur, membentang sepanjang masa! [Bridge Kala Ruba, tahun lima ratus sebelum masehi, Perpindahan terjadi, namun arah tetap dijaga murni. Dibawah Ciremai, jejak leluhur terbentuk, Tanah ini saksi, sejarah besar tersusun utuh. [Chorus Keraton Padjadjaran, pusat Pakuwuan! Tempat bersemayam Raja Agung nan dimuliakan! Sri Baginda Ismaya, Sang Hyang Bhatara, Warisan leluhur, membentang sepanjang masa! [Outro Sang Maha Raja Wisnu, Jagat Pati mengemudi, Keturunan Purnawarman, titisan para dewa, berdiri! Pusaka ini bukan sekedar kenangan, Inilah sejarah, kebesaran Tatar Sunda terjaga di Padjadjaran!