Dalam hening malam yang sunyi, Kutemukan dirimu bagai mentari pagi. Langkah kecilmu menghapuskan nestapa, Senyummu adalah bahasa cinta yang abadi. Engkaulah doa yang menjelma nyata, Sebuah bisikan dari surga. Buah hatiku, cahaya di gelap dunia, Kaulah arti dari cinta tanpa jeda. Di mata mungilmu, kulihat semesta, Setiap tatapanmu, melukis cerita. Kau mengajarkan arti harapan, Dan membawa damai dalam pelukan. Arkana Buah hatiku, penyejuk jiwa, Arkana hadirmu kutemukan makna. Arkana Kaulah bait dalam puisi cinta, Abadi di hati, selamanya.