Dalam redup malam yang sepi, Aku mendengar deru napasmu yang letih. Langit gelap, hujan pun menangis, Namun hatimu tetap berpendar, tak pernah habis. (Chorus) Kau tak sendiri, aku di sini, Bersama menembus luka yang kau miliki. Meski langkah terasa berat dan perlahan, Ku genggam tanganmu, hingga fajar datang. (Verse 2) Setiap tetes air mata adalah cerita, Kekuatanmu yang tak terlihat di mata. Biarkan aku menjadi cahaya kecil, Yang menghangatkan jiwamu, meski getir. (Chorus) Kau tak sendiri, aku di sini, Bersama menembus luka yang kau miliki. Meski langkah terasa berat dan perlahan, Ku genggam tanganmu, hingga fajar datang. (Bridge) Saat dunia terasa diam membisu, Jangan takut, aku ada untukmu. Dalam gelap, kita temukan jalan, Menemani harapan, meski perlahan. (Outro) Dan bila esok kau temukan sinar, Ingatlah, aku ada di tiap langkahmu yang sabar. Kau kuat, meski badai mencoba menggugurkan, Aku temanmu, hingga akhir perjalanan.