**Verse 1** Yo, aku datang bukan minta belas kasihan, Ku mengetuk pintu, berharap tanpa keraguan, Saudara sedarah, bukan sekadar nama, Tapi kenapa saat ku butuh, kau beri alasan yang sama? Aku tak minta harta, tak butuh kekayaan, Hanya sebuah uluran, sedikit kepercayaan, Ku meminjam, bukan meminta—karena terdesak, Sebelum dunia luar, ku berharap tanganmu yang kupegang erat. **Chorus** Saudara rasa asing, hatiku terasing, Orang lain datang, memberi tanpa pusing, Ku bantu kau tanpa pamrih, sepenuh hati, Tapi kenapa saat aku terjatuh, kau pergi? **Verse 2** Yo, orang asing jadi keluarga lebih nyata, Datang di saat gelap, tanpa syarat cinta, Sedang darah daging, berbalut alasan, Janji menguap, bantuan hilang di balik kabut penyesalan. Aku tak mau mengungkit, tapi lihatlah, Setiap peluhku untukmu selalu ikhlas ku bawa, Tapi saat aku meminta, dunia berubah, Saudara jadi asing, dan aku yang terhimpit rasa lelah. **Bridge** Jangan lihat aku sebagai beban di hidupmu, Ingat semua masa lalu, aku selalu di sisimu, Kapan pun kau panggil, aku datang dengan rela, Tapi kini aku tahu, saudara tak selalu ada. **Chorus** Saudara rasa asing, hatiku terasing, Orang lain datang, memberi tanpa pusing, Ku bantu kau tanpa pamrih, sepenuh hati, Tapi kenapa saat aku terjatuh, kau pergi? **Verse 3** Ku bertahan sendiri, meski dunia sempit, Karena kebaikan tak butuh balasan yang sulit, Saudara sejati adalah yang hadir tanpa tanda tanya, Dan aku belajar, cinta tak selalu dari darah yang sama. **Outro** Saudara sedarah, tapi hatimu dingin, Saat ku meminjam, kau berbelit penuh angin, Aku melangkah meski perih di dada, Karena saudara sejati adalah mereka yang tahu arti setia.