Mereka bagi-bagi kue kekuasaan, Rangkul sana-rangkul sini, penuh kepalsuan. Janji di atas janji, tapi tak ada tindakan, Kita hanya pion di papan permainan. Kita diam dalam keramaian, mereka tertawa, Semua berjuang, tapi siapa yang dapat kuasa? Sandiwara dimainkan, panggung dikuasai, Kebenaran tenggelam dalam ombak manipulasi. Dan kita lelah, suara kita dihentikan, Namun takkan tunduk, kita akan melawan. Bangkit! Saatnya kita bersuara, Hancurkan semua tirani yang ada! Berdiri! Jangan lagi terperdaya, Ini waktu kita ambil alih arena! \"Kuasai permainan, hancurkan batasan, Dengar suara jalanan, teriakan perlawanan!\" Mereka punya senjata, kita punya suara, Bukan soal kekuatan, tapi siapa yang percaya. Melawan dominasi, melawan ilusi, Kita bangkit dari debu revolusi. Dan kita lelah, suara kita dihentikan, Namun takkan tunduk, kita akan melawan. Bangkit! Saatnya kita bersuara, Hancurkan semua tirani yang ada! Berdiri! Jangan lagi terperdaya, Ini waktu kita ambil alih arena! Beri kami ruang, beri kami harapan, Jangan paksa kami jatuh ke dalam kehampaan. Pecahkan dinding kepalsuan ini! Bangkit! Saatnya kita bersuara, Hancurkan semua tirani yang ada! Berdiri! Jangan lagi terperdaya, Ini waktu kita ambil alih arena! Kita bukan boneka, bukan bayangan, Kita adalah nyata, kekuatan yang tertahan. Mereka boleh mencoba, tapi takkan menang, Karena suara rakyat lebih besar dari kuasa yang hilang.