Judul: Nyanyian Ilalang (Verse 1) Di hamparan senja yang bisu, ilalang menari di angin sendu. Membisik lirih lagu rindu, tentang waktu yang berlalu. (Verse 2) Di bawah rembulan yang temaram, ia tegak meski terhempas badai kelam. Tak merintih, tak mengeluh, hanya bergoyang dalam pasrah yang utuh. (Chorus) Oh, ilalang, kau bisikan sunyi, cerita tentang angin yang tak pernah pergi. Meski terluka, kau tetap berdiri, menanti pagi dengan hati yang berani. (Verse 3) Dedaunan jatuh di pelukmu, musim berganti, kau tetap utuh. Tak takut layu, tak gentar sepi, karena kau tahu, hidup adalah menari. (Bridge) Dan ketika mentari tenggelam, kau tetap melambai dalam diam. Sebab kau mengerti, dalam perpisahan, selalu ada ruang bagi harapan. (Chorus – Repeat) Oh, ilalang, kau bisikan sunyi, cerita tentang angin yang tak pernah pergi. Meski terluka, kau tetap berdiri, menanti pagi dengan hati yang berani. (Outro) Hingga suatu saat angin membawa, mimpi-mimpi yang sempat terlupa. Ilalang tetap menari di sana, menyanyikan kisah yang tak pernah sirna.