Di ruang senja aku duduk sendiri Berbincang bersama pikiran dan isi hati Tentang segala lelah yang kau sembunyikan Dalam senyum sabar yang selalu kau pancarkan Lelahmu tersembunyi di balik senyuman, Dalam bisik doa di setiap malam, Aku saksikan dirimu berperang, Melawan gelap, demi terang yang ku genggam. Oh ibu, terimakasih untuk rasa yang kau bawa, Dalam asa yang kau tanam tanpa kata, Kuingin sampaikan, walau tak terucap mudah, Terima kasihku dalam setiap hela nafas. Kau ajarkan aku untuk kuat berdiri Menghadapi dunia dengan berani Dan kini aku memahami sepenuhnya Cintamu adalah dasar bagi hidupku yang indah Setiap peluhmu bagai embun yang jatuh Menyuburkan jiwa di tanah yang lusuh Di setiap doa yang tak pernah kau lupa Kau titipkan harapan, perlahan menjadi nyata Oh ibu, terimakasih untuk rasa yang kau bawa, Dalam asa yang kau tanam tanpa kata, Kuingin sampaikan, walau tak terucap mudah, Terima kasihku dalam setiap hela nafas. Bincang asa dan rasa di ruang kalbu Tiap luka yang kau pendam, demi diriku Takkan tergantikan, takkan terlupakan Engkau matahari di balik mendung yang kelam Oh ibu, terimakasih untuk rasa yang kau bawa, Dalam asa yang kau tanam tanpa kata, Kuingin sampaikan, walau tak terucap mudah, Terima kasihku dalam setiap hela nafas. Kini ku ayunkan langkah bersama doamu Menuju masa depan yang kau impikan untukku Di setiap jejak, kan kuingat selalu Bahwa di balik ini semua, ada cintamu yang tak pernah berlalu